logo text hidden

Tayangan Ramadhan Tak Mencerdaskan

TAGS: None

Jaringan televisi tidak menyajikan tayangan yang mencerahkan dan mencerdaskan. Tayangan sepanjang bulan Ramadhan hanya bersifat hiburan yang tidak mencerdaskan.

Demikian pendapat beberapa seniman dan pemerhati pertelevisian. Mereka adalah Asril Koto dan Ferli Zulhendri (pengamat media di Bandung). Keduanya dimintai tanggapan, Kamis (10/9), tentang tingginya rating acara-acara yang khusus dikemas untuk bulan Ramadhan pada waktu sahur dan buka puasa.

”Itu semua hanya menilai secara kuantitatif. Padahal, mestinya selama Ramadhan program dakwah keagamaan diperbanyak,” kata Asril Koto.

Menurut dia, pemirsa sebenarnya mengharapkan tayangan yang mencerahkan dan mencerdaskan. Tidak seperti sekarang, yang dominan komedi atau reality show yang hanya sebatas hiburan, tidak mencerdaskan.
Dipaksa menonton

Senada dengan itu, Ferli mengatakan, nasib pemirsa televisi seolah dipaksa menonton dan tak ada pilihan lain pada saat bersamaan, baik saat sahur maupun saat buka puasa.

”Hampir semua stasiun TV menayangkan program serupa, tidak ada yang berani menawarkan program lain yang mencerdaskan pemirsanya,” katanya.

Sepanjang hari selama Ramadhan porsi tayang program hiburan dan religi di televisi lebih besar daripada sebelumnya, bertambah 3 persen menjadi 27 persen dari total jam tayang sehari. Porsi tayang program religi bertambah dari 3 persen menjadi 6 persen total jam tayang sehari.

”Meskipun demikian, program reality show dan sinetron masih merajai kepemirsaan TV saat buka,” kata Hellen Katherina, Associate Director Marketing & Client Service AGB Nielsen Media Research, saat mengungkapkan hasil survei kepada pers di Jakarta, Kamis (10/9).

Rating lima besar tayangan saat buka adalah ”Take Me/Him Out Indonesia” (Indosiar), ”Termehek-mehek” (Trans), ”Cinta dan Anugerah” (RCTI), ”Para Pencari Tuhan Jilid 3” (SCTV), dan ”Manohara” (RCTI).
Menurut dia, durasi menonton program hiburan bertambah menjadi rata-rata 21 menit per hari saat sahur.

Survei dilakukan 22 Agustus-7 September di 10 kota besar di Indonesia antara lain Jakarta, Surabaya, Medan, Semarang, Bandung, Makassar, Yogyakarta, dan Banjarmasin, dengan populasi 46.719/473 individu usia 5 tahun ke atas.
Hellen mengatakan, penonton saat sahur (02.00-05.00) naik 10 kali lipat dalam dua minggu pertama bulan Ramadhan.

sumber: kompas.com

Tuli Karena Earphone

Tags:

Berdasarkan sebuah penelitian baru-baru ini, di Amerika Serikat, 5,2 juta anak berusia 6-19 tahun terganggu pendengarannya gara-gara terlalu sering terpapar musik keras. Salah satu biang keladinya adalah pemakaian earphone selama berjam-jam dengan volume keras.

Para ahli kesehatan di sana memperkirakan, anak-anak generasi ‘iPod’ ini bakal lebih awal mengalami presbiakusis, tuli karena usia lanjut, yakni pada usia 40-an tahun. Normalnya, kondisi ini baru muncul di usia 60-70 tahun.

Mengapa suara keras bisa merusak pendengaran? Suara yang masuk ke telinga diteruskan ke sel-sel rambut yang terletak pada koklea (rumah siput). Sel-sel rambut ini berfungsi menangkap frekuensi suara dan meneruskannya ke pusat persepsi pendengaran di otak.

Nah, suara berfrekuensi lebih dari 80 desibel (frekuensi suara dari earphone mencapai 95 desibel) dapat membuat sel-sel rambut kelelahan. Sel-sel rambut yang terlalu lelah ini lama-kelamaan bisa rusak dan menurunkan fungsi pendengaran. Awalnya hanya sementara. Tapi, bila kebisingannya terus berlangsung, kerusakannya bisa permanen.

sumber: http://kompas.com

  • Author: benny
  • Published: Jun 28th, 2009
  • Category: random
  • Comments: 8

Pilih Sehat ato Ampas Rokok

Tags:

Ada ulasan menarik pada kompas terbitan sabtu, 27 Juni 2009. Ulasan tersebut berupa fakta perdagangan dan konsumsi rokok dunia dan perkembangannya. Sejak tahun 1970 konsumsi rokok di Amerika menurun drastic yang pada awalnya tingkat konsumsi rokok mencapai 46% , pada tahun 2005 angka itu berubah menjadi 21%. Dan penurunan ini disertai juga penurunan penderita kanker paru di Negara tersebut. Kok bisa gitu? Konon masyarakat Amerika sebagian besar mulai sadar akan bahaya rokok yang dulu pada tahun 1950an merupakan trend dan lambang kejantanan. Pastinya hal itu meresahkan industry rokok di amerika dong seperti yang sering dikhawatirkan juga di Negara Indonesia. “Nanti kalo rokok dilarang, industry rokok mati dong. Banyak yang nganggur deh”. Amerika menyiasatinya dengan meningkatkan ekspor rokok yang tahun 1994 mencapai nilai 220 miliar dollar AS. Ekspor rokok ini dilakukan ke Negara-negarea yang belom ngerti bahayanya rokok. Lebih kerennya lagi, dengan kekuatan politiknya Amerika mencoba mengikat perjanjian dengan 4 negara asia, termasuk Indonesia di dalamnya. Istilahnya GATT. Dari 4 negara tersebut yang menolak mentah-mentah adalah Thailand, sedangkan Indonesia dengan senang hati ngebuka pintu yang selebar-lebarnya tanpa ada batasan. Indonesia memang Negara yang baik.. Selama ini kita membela industry rokok dengan mengatakan bahwa industri ini merupakan industry yang sangat vital dalam perekonomian Indonesia. Alasan utamanya adalah banyak menyerap tenaga kerja. Tapi tahukah kawan siapa pemegang saham terbesar dari indutri rokok Indonesia? Saat ini saham pemilikan Bentoel 85% dipegang oleh BAT(British American Tobacco). Dan Bentoel tetap mengeluarkan kebijakan untuk terus memproduksi rokok kretek yang dalam komposisinya ditambahkan cengkeh sebagai penyedap rasa. Akan tetapi dunia saat ini sangat anti rokok kawan. Banyak negara telah menandatangani FCTC dan membuat UU pengendalian dampak rokok. Tapi sayangnya pemerintah kita menolak mendatangani dan membuat UU yang sejenis. Mereka lebih sayang terhadap industry rokoknya dari pada kesehatan rakyatnya. Padahal dengan banyak Negara membuat aturan pengendalian rokok, bahkan Amerika baru-baru ini membuat undang-undang yang melarang rokok dengan istilah2 menipu seperti light, mild, dan low tar beradar. Termasuk juga rokok kretek. Dan hal ini kemudia diikuti oleh Negara-negara lainnya. Terang saja industry rokok Indonesia dengan keputusan tersebut kebakaran jenggot. Pasar luar negerinya sudah tutup pintu meskipun saat ini sedang gaung istilah perdagangan global. Akhirnya satu-satunya jalan adalah memaksimalkan pasar dalam negeri. Rakyat kita sendiri yang mengeluarkan uang untuk mengonsumsi rokok yang akan mendatangkan keuntungan untuk industry rokok. Tapi keuntungannya itu dibawa ke Amerika karena sahamnya punya mereka. Lantas negeri ini dapat apa? Ya dapet rokok, polusi, penyakit yang macem2 ya yang intinya bisa dikatakan ampas lah.. Huhu Indonesiaku…

Dikutip dari: kompas 27 juni 2009 Kartono Mohamad Mantan ketua umum pengurus besar ikatan dokter Indonesia

  • Author: benny
  • Published: Jun 6th, 2009
  • Category: random
  • Comments: 22

Jangan Ke Dokter Lagi

TAGS: None

assalamu’alaikum
judul tulisan ini merupakan judul suatu buku yang jadi bahan mentoring sama Akh Surya jum’at sore kemarin, karena kebetulan pas mentroing migrain menyerang kepala ini.jadi akhirnya tema mentoring pun masuk ke dunia kesehatan.
awal ceritanya beberapa hari yang lalu Akh Irvan smandel 2002 (mantan bos braja, abangnya ridho 2003) berkunjung ke salman dan memperkenalkan buku tersebut ke akh surya. begini kira2 isi bukunya.

buku ini memaparkan mengenai fasilitas sistem imun yang sudah disediakan Allah dalam tubuh setiap manusia. Jadi kalo ada penyakit yang menyerang, tubuh ini sudah punya pasukan yang bakal membasmi penyakit yang datang tanpa udangan tersebut, yaitu sistem imun tersebut.
Tapi kenapa kok masih ada saja orang yang sakit? Kandungan imun dalam tubuh manusia sangat dipengurhi oleh pola hidup manusianya. mulai dari pola kerja, makan, sampai dengan tidur. semua itu sangat berpengaruh terhadap keberadaan imun daam tubuh seseorang. Namun sayangnya kebanyakan manusia ga menyadari akan hal tersebut. Sehingga karena tidak adanya perhatian kepada pola hidup tersebut, zat imun dalam tubuh jumlahnya tidak sebagaimana mestinya sehingga ketika mengahadapi pasukan penyakit, zat imunnya kalah jumlah. Dan inilah sebenarnya yang menjadi penyebab utama sakitnya seseorang.

jadi gimana solusinya? seperti kata Petch Adams, untuk mencapai proses penyembuhan yang cepat perlu dilakukan usaha-usaha untuk meningkatkan kerja sistem imunnya. Kalo caranya Petch Adams dengan memberikan perasaan bahagia kepada pasien sehingga menstimulus produksi hormon yang meningkatkan kinerja sistem imun tersebut.selain itu banyak lagi dalam tubuh kita yang sebenarnya bisa sebagai penangkal dari berbagai sumber penyakit, bahkan sampai dengan virus AIDS.

trus supaya tubuh kita sistem imunnya selalu kuat, jalani pola hidup sehat dan coba untuk sering-sering mengonsumsi makanan seperti berikut:
1.Tomat. Mengkonsumsi tomat mentah minimal satu buah perhari akan mengurangi resiko terhadap berbagai kanker. Apalagi kalau kita sering memakan makanan yang dibakar (misalnya sate, ayam bakar, ikan bakar, dan bakar-bakaran lainnya), wajib hukumnya memakan tomat di akhir hidangan. Karena makanan yang dibakar banyak mengandung bahan karsinogen, salah satu penyebab kanker.

2.Bawang Putih. Seiris bawang putih setiap hari saja mampu mengurangi kadar kolesterol sebesar sembilan persen. Selain itu, manfaat lain dari mengkonsumsi bawang putih adalah merangsang pertumbuhan sel darang putih untuk melawan penyakit, memicu aktifitas sel pembunuh bakteri dan virus, serta meningkatkan produksi antibodi.

3. Anggur. Buah ini mampu menghalangi pertumbuhan tumor. Hal ini dikarenakan dalam anggur terdapat komponen yang disebut sebagai resveratrol.

4. Kedelai. Banyak mengandung isoflavones yang berguna untuk melindungi kita dari kanker. Kedelai juga merupakan sumber protein yang baik.

sebenarnya masih banyak lagi menu yang dapat meningkatkan sistem imun kita. Coba cari aja sendiri. Tapi yang penting dari itu semua, jangan lupa setiap setelah selesai makan ucapkan Hamdalah.

Jadi masih perlu ke dokter kalo sistem imun kita kuat??

sumber : -Jangan Ke Dokter Lagi! Rahasia Siste Imun dan Kiat Menghalau Penyakit
-http://www.wilihandarwo.com


© 2009 sainsta8.org blog. All Rights Reserved.